About

Salah satu upaya kami dalam mengurangi jumlah sampah adalah dengan menciptakan  Rubysh. From rubbish to ruby, dari situlah nama Rubysh berasal. Kami percaya, kecantikan yang alami bisa terpancar dari dalam, bahkan dari sampah sekalipun. Sampah kini bisa diubah menjadi aksesoris nan cantik menawan layaknya batu permata.

Untuk menciptakan Rubysh, kami mengandalkan para aktor UKM skala rumah tangga yang tidak lain dan tiada bukan adalah Ibu-Ibu. Apabila Rubysh ini bisa diterima baik di pasaran maka itu tidak hanya membantu mengurangi volume sampah, tetapi juga membantu meningkatkan kesejahteraan keluarga pengrajin dan mendukung terciptanya usaha mikro yang berkelanjutan.

Rubysh didirikan pertama kali di Bulan Februari oleh Encep Amir, salah satu alumni Pasca Sarjana Magister Ilmu Lingkungan Universitas Padjadjaran. Pada proses pendiriannya, Dr. Asep Mulyana, selaku Ketua Pusat Penelitian dan Pengembangan Inkubator Bisnis Universitas Padjadjaran turut andil dalam memberikan dukungan finansial maupun non-finansial. Sampai saat ini, Rubysh terus melebarkan jaringan kerja sama termasuk dengan Balai Balantik Universitas Padjadjaran, KOMPAK, dan beberapa vendor fashion di beberapa Kota di Indonesia.